Karya: Hafifah Azahra
Kategori: Remaja
“Hey, Boy!” Aku mengagetkan Zen yang
terlihat duduk sambil menatap sesuatu, tetapi tatapannya itu terlihat tanpa
tujuan. “Ngelamun aja dari tadi. Mikirin apa sih?”
“Eh, Lovia.” Zen tersadar dari
lamunannya. “Nggak, kok. Nggak mikirin apa-apa. Cuma, lagi ada sesuatu yang
melintas di pikiran gue.”
Aku melengos. “Yaelah. Itu mah sama aja
kalo lo lagi mikir. Gimana, sih?
Zen hanya terkekeh. Aku pun ikut
tersenyum.
“Oh, iya. Kan, besok ada acara tuker
kado acak, nih, di kelas kita. Kira-kira lo mau ngado apa?” tanyaku pada Zen.
Di kelas kami setiap pergantian semester pasti akan mengadakan tukar kado.
Namun, kado itu ditukar secara acak. Jadi, kado yang sudah dibungkus tanpa nama
atau clue apapun di dalamnya, akan
dikumpul ke depan. Anak yang dipanggil bergilir bebas memilih kado yang ada di
depan.
“Rahasia, dong. Sesuai perjanjian,
nggak boleh ngasih tau clue apa-apa.”

